Ayo Segera, SADARI!
Kanker payudara merupakan penyakit dengan kasus kanker terbanyak kedua di Indonesia. Penderita kanker payudara di Indonesia semakin bertambah setiap tahun. Pada tahun 2005 jumlahnya 7.850 kasus, meningkat pada tahun 2006, jumlah penderita kanker menjadi 8.328 kasus, tahun 2007 sebanyak 8.277 kasus. Hal yang sama terjadi di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, tercatat sebanyak 318 pasien kanker payudara yang dirawat inap, 5824 pasien yang berobat ke poli bedah pada tahun 2011, pada tahun 2012 tercatat 253 di rawat inap dan 5597 pasien yang berobat ke poli bedah (Profil Kesehatan Indonesia, 2010; Rekam RSCM, 2012).
Data tersebut membuktikan bahwa kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan bagi perempuan di Indonesia. Maka dari itu, ayo segera SADARI, untuk menghindari kanker payudara pada diri sendiri maupun orang tersayang disekitar kita.
Apa Itu SADARI?
SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kanker payudara pada wanita. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan cermin dan dilakukan oleh wanita yang berumur 20 tahun ke atas. Indikasi utama SADARI adalah untuk mendeteksi terjadinya kanker payudara dengan mengamati payudara dari depan, sisi kiri dan sisi kanan, apakah ada benjolah, perubahan warna kulit, puttting berisik dan pengeluaran cairan atau nanah dan darah (Olfah dkk, 2013).
Pemeriksaan payuadara sendiri (SADARI) adalah pengembangan kepedulian seorang wanita terhadap kondisi payudaranya sendiri. Tindakan ini dilengkapi dengan langkah-langkah khusus untuk mendeteksi secara awal penyakit kanker payudara. Kegiatan ini sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh semua wanita tanpa perlu merasa malu kepada pemeriksa, tidak membutuhkan biaya, dan bagi wanita yang sibuk hanya perlu menyediakan waktuna selama kurang lebih lima menit. Tidak diperlukan waktu khusus, cukup dilakukan saat mandi atau pada saat sedang berbaring. SADARI sebaiknya mulai dilakukan saat seorang wanita telah mengalami menstruasi. Tingkat sensitivitasnya (kemampuannya untuk mendeteksi kanker payudara) dalah sekitar 20-30% (Nisman, 2001).
Siapa Yang Perlu Melakukan SADARI?
Menurut Nisman 2011, wanita yang dianjurkan melakukan SADARI atau Breast Self Examination (BSE) untuk mengurangi memicu kejadian kanker payudara waktu pelaksanaan SADARI sebagai berikut:
Bagaimana Cara SADARI?
Menurut Nisman 2011, wanita yang dianjurkan melakukan SADARI atau Breast Self Examination (BSE) untuk mengurangi memicu kejadian kanker payudara waktu pelaksanaan SADARI sebagai berikut:
- Wanita usia subur : 7-8 hari setelah menstruasi
- Wanita pascamenopause : pada waktu tertentu setiap bulan
- Setiap wanita berusia diatas 20 tahun perlu melakukan pemeriksan payudara sendiri (SADARI) setiap bulan.
- Wanita yang berisiko tinggi sebelum mencapai 50 tahun perlu melakukan mamografi setiap tahun, pemeriksaan payudara oleh dokter setiap 2 tahun.
- Wanita yang berusia antara 40-49 tahun melakukan pemeriksaan payudara pada dokter dan mamografi setiap 1-2 tahun.
- Wanita yang berusia diatas 50 tahun melakukan pemeriksaan payudara pada dokter dan mamogarfi setiap tahun.
Bagaimana Cara SADARI?
![]() |
| Google Image: Breast Self Examination |
- Buka baju dan tanggalkan pakaian-bra kamu lalu berdiri tegak di depan cermin dengan kedua lengan lurus ke bawah.
- Perhatikan bentuk payudara kamu saat posisi lengan lurus kebawah dari pantulan cermin. Lihat pada cermin, bentuk dan keseimbangan bentuk payudara (simetri atau tidak), besarnya, ada perubahan puting susu, serta kulit payudara didepan kaca.. Apakah payudaramu ada perubahan atau berubah bentuk?
- Periksa payudara dengan tangan diangkat diatas kepala. Dengan maksud untuk melihat luka atau kerutan pada kulit, perlekatan tumor terhadap otot atau fascia dibawahnya atau kelainan pada kedua payudara. Kembali amati perubahan pada payudaramu seperti perubahan warna, tarikan, tonjolan, kerutan, perubahan bentuk puting atau permukaan kulit menjadi kasar.
- Berdiri tegak didepan cermin dengan tangan disamping kanan dan kiri. Miringkan badan ke kanan dan kiri untuk melihat perubahan pada payudara.
- Periksa seluruh bagian payudara dengan cara vertical, dari tulang selangka dibagian atas ke bra-line di bagian bawah, dan garis tengah antara kedua payudara ke garis tengah bagian ketiakmu. Gunakan tangan kiri untuk mengawali pijatan pada ketiak. Kemudian putar dan tekan kuat untuk merasakan benjolan. Gerakkan tangan perlahan-lahan ke bawah bra line dengan putaran ringan dan tekan kuat di setiap tempat.
- Periksa payudara dengan cara memutar. Bergeraklah sekeliling payudara dengan memperhatikan benjolan yang luar biasa. Buatlah sekurang-kurangnya tiga putaran kecil sampai ke puting payudara. Lakukan sebanyak 2 kali. Sekali dengan tekanan ringan dan sekali dengan tekanan kuat. Jangan lupa periksa bagian bawah areola mammae. Tekanan payudara memutar searah jarum jam dengan bidang datar dari jari-jarimu yang dirapatkan. Dimulai dari posisi jan 12.00 pada bagian puting susu.
- Periksa ketiakmu. Letakkan tangan kanan ke samping dan rasakan ketiakmu dengan teliti, apakah teraba benjolan abnormal atau tidak.
Kamu bisa lakukan pemerikasaan SADARI ini tanpa adanya kontrak waktu khusus. SADARI dapat dilaksanakan sebelum atau sesudah mandi, bahkan saat kamu akan ganti baju. Cukup 5 menit untuk menghindari dan menyadari Kanker Payudara mulai dini!
Restu Ayu S, November, Semarang


Komentar
Posting Komentar